KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

16 03 2010

Komunikasi intrapersonal bisa dikatakan sebagai proses pengelolaan informasi. Sedangkan prosesnya meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Sensasi adalah proses menangkap stimuli.[1] Persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Dengan kata lain, persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Sedangkan memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berpikir adalah mengeloh dan memanipulasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respons. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan berikut :

  1. A. Sensasi
“there is nothing

in the mind

except what was

first in the senses”

(John Locke)

Kata sensasi berasal dari kata “sense” yang berarti alat pengideraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Ada juga yang mengatakan bahwa sensasi dalam bahasa inggrisnya sensation berasal dari kata latin, sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek.

Sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indera. Benyamin B. Wolman (1973:343) mengatakan bahwa sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.

Sensasi adalah penerimaan stimulus lewat alat indera.[2] Sensasi dipandang sebagai pasti, ditentukan secara mendasar, fakta kasar. Menurut beberapa pendapat, sensasi lebih berkonotasi dengan perasaan (tetapi bukan emosi). Sensasi sering digunakan secara sinonim dengan kesan Indrawi, sense datum, sensum, dan sensibilium.

Filusuf John Locke mengatakan bahwa, “there is nothing in the mind except what was first in the senses” (tidak apa dalam jiwa kita kecuali harus lebih dulu lewat alat indera). Oleh karena itu, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indera manusia dapat mengetahui dan memahami kualitas fisik lingkungannya. Manusia bisa memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Filusuf Berkeley mengatakan, andaikan kita tidak mempunyai alat indera, dunia ini tidak akan ada. Anda tidak tahu ada harum rambut yang disemprot dengan hairspray, bila tidak ada indera penciuman. Sentuhan lembut istri Anda tidak akan terasa bila indera peraba Anda sudah mati. Anda juga tidak mendengar ucapan terima kasih di telinga Anda, tidak melihat senyuman manis yang dialamatkan kepada Anda. Dunia Anda benar-benar tidak ada bila alat indera tidak ada. Dunia Anda tidak teraba, terdengar, tercium, dan terlihat.

Kalau kita mengenal ada lima pancaindera (alat indera), maka dalam psikologi dikenal Sembilan (bahkan ada yang menyebut sebelas) alat indera:

  1. Penglihatan
  2. Pendengaran
  3. Kinestesis
  4. Vestibular
  5. Perabaan
  6. Temperatur
  7. Rasa sakit
  8. Perasa, dan
  9. Penciuman

Dapat pula kita mengelompokkannya pada tiga macam indera penerima sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi ada yang dari eksternal (sumber informasi dari dunia luar) dan internal (sumber infomasi dalam diri individu). Infomasi eksternal diindera oleh eksteroseptor (misalnya, telinga atau mata) dan informasi internal diindera oleh interoseptor (misalnya, sistem peredaran darah). Selain itu juga, gerakan tubuh kita sendiri diindera oleh proprioseptor (misalnya, oleh vestibular).

Stimuli adalah apa saja yang menyentuh alat indera, baik dari dalam maupun dari luar. Ketika Anda sedang membaca buku (stimuli eksternal), pikiran Anda diganggu oleh perjanjian hutang (stimuli internal), maka Anda serentak menerima dua macam stimuli. Alat indera Anda segera mengubah stimuli[3] ini menjadi energi saraf untuk disampaikan ke otak melalui transduksi.

Ketajaman sensasi juga ditentukan oleh faktor personal. Contohnya, masakan padang yang sangat pedas bagi orang jawa, ternyata biasa-biasa saja bagi orang Sumatera Barat. Perbedaan sensasi dapat disebabkan perbedaan pengalaman atau lingkungan budaya, disamping kapasitas alat indera yang berbeda. Perbebadaan ini menyebabkan perbedaan pula dalam memilih pekerjaan atau jodoh, mendengarkan musik, atau memutar radio. Namun yang jelas sekali, sensasi mempengaruhi persepsi.


[1] Bila alat-alat indera mengubah informasi menjadi impuls-impuls saraf, dengan ‘bahasa’ yang difahami oleh (‘komputer’) otak, maka terjadilah proses sensasi. (Dennis Coon, 1977:79).

[2] Sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di dalam otak. (Mahmud, 1990:41).  Persepsi lebih berhubungan dengan kognisi.

[3] Stimuli harus cukup kuat agar dapat diterima oleh alat indera. Batas minimal intensitas stimuli disebut “ambang mutlak” (absolute threshold). Misalnya: mata hanya dapat menerima stimuli yang mempunyai panjang gelombang cahaya antara 380-780 nanometer. Telinga dapat mendeteksi frekuensi gelombang suara yang berkisar antara 20-20.000 hertz. Manusia sanggup menerima temperatur 100C-450C. Dibawahnya akan menggigil dengan perasaan dingin yang mencekam, dan diatasnya akan meringis kepanasan.




Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: